Kamis, 17 Februari 2011

FiLm Animasi Geng : Pengembaraan Bermula (Misteri Hantu Durian) :)


Siapa yang tidak tahu film Upin dan Ipin. Film Upin dan Ipin ini cukup populer dan banyak digemari masyarakat Indonesia khususnya anak-anak karena materinya sangat mendidik dan ceritanya pun menarik.
Kemarin pada saat saya Menonton film ini ada satu hal yang mengganjal di hati saya, sesuatu yang ingin sekali di keluarkan melalui mata saya. menonton film ini seperti mengenang kembali kenangan pada masa kanak-kanak kita. Mengenang masa lalu kita yang sama-sama memiliki unsur budaya melayu. Memiliki sopan santun yang tidak jauh berbeda. Tetapi kini unsur-unsur tersebut perlahan-lahan mulai memudar.
Terlepas dari itu semua, dan tanpa bermaksud untuk memihak, saya ingin sekali mengatakan bahwa film ini penuh dengan originalitas. Mendidik dan kental dengan nuansa budaya.
Hikmah yang saya petik dari Film tersebut yaitu Film ini tidak memaksakan unsur modern yang sama sekali tidak bernuansa..^^

Selasa, 15 Februari 2011

Media Pembelajaran...^^


Permasalahan : 
Mengapa media pembelajaran visual merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran?
Pembahasan :
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.
Pengertian media menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut;
•    AECT : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi
•    Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar
•    Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar
•    NEA : media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya
Kesimpulannya, MEDIA PEMBELAJARAN adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi.
beberapa jenis media pembelajaran visual :
1. Media yang tidak diproyeksikan, diantaranya:
a)    Media realia (benda nyata).
b)    Model (benda tiruan dalam wujud tiga dimensi)
c)    Media grafis. Jenis-jenis media grafis adalah:
•    gambar / foto
•    sketsa:
•    diagram / skema.
•    bagan / chart
•    grafik
2. Media proyeksi, diantaranya;
a)    Transparansi OHP (Overhead projector / OHP).
b)    Film bingkai / slide dihasilkan lebih bagus 
Keuntungan penggunaan media belajar visual yaitu :

1.    Menarik
Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), terutama media visual yang menarik, dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.
Salah satu keuntungan penggunaan media pembelajaran visual adalah, bentuknya dapat dibuat semenarik mungkin, agar anak tertarik untuk mempelajarinya. Misalnya dalam media jenis gambar atau proyeksi, media tersebut dapat dibuat dengan menambahkan animasi yang eye catching, warna yang membangkitkan semangat, dan lain-lain. Sedangkan untuk Media yang berupa model, dapat diwarnai dan dibentuk semirip mungkin dengan yang asli sehingga mudah diingat.

2.    Lebih mudah diingat
Seperti yang telah dibahas diatas, bentuk nyata, gambar, atau gambar bergerak akan lebih mudah diingat oleh para peserta didik. Apabila dibandingkan dengan media pembelajaran yang hanya berupa text book, para peserta didik akan sedikit kesulitan untuk mengingatnya.

3.    Variatif
Karena jenisnya yang beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis media visual yang ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan bagi para peserta didiknya.
Misalnya saja, dalam pelajaran matematika saat membahas tentang subbab bangun ruang, guru dapat menggunakan semua media pembelajaran, mulai dari gambar (yang mungkin berupa poster, hasil gambar pendidik sendiri, dan lain-lain), benda nyata (dengan membawa barang yang berbentuk bangun ruang), atau dengan membuat video gambar bergerak tentang bangun ruang.

4.    Dapat melibatkan anak untuk menggunakannya
Maksudnya disini, apabila media pembelajaran visual yang digunakan adalah media pembelajaran non proyeksi, para peserta didik dapat dengan langsung menyentuh dan belajar menerangkannya juga.
Misalnya, saat mempelajari anatomi tubuh dalam pelajaran biologi, peserta didik dapat diminta maju kedepan, melihat model anatomi lebih dekat, dan diminta untuk menunjukan satu bagian yang diminta oleh pendidiknya.
Media pembelajaran visual telah terbukti lebih efisien dalam melakukan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik.    
    jadi dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran visual (seperti gambar diam, gambar bergerak, televise, objek tiga dimensi, dll) mempunyai hubungan positif yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran visual merupakan media pembelajaran yang cukup baik dan efisien, karena selalu melibatkan anak tersebut untuk menggunakannya.

Daftar Pustaka :
Santrock.,J.W (2008).Psikologi Pendidikan (edisi kedua).Jakarta:Prenada Media Group.
Munir.,(2008).Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi.Bandung: Alfabeta.
http://justnurman.wordpress.com/2010/12/01/meningkatkan-hasil-belajar-siswa-dengan-penggunaan-media-pembelajaran-visual-pada-siswa-tk-x-dalam-semester-i-tahun-pelajaran-20102011.

Senin, 14 Februari 2011

Hasil Penilaian & Pandangan Kelompok :)

Dhita Sundary Dalimunthe (10-009)
Juannita Sari Br. Tarigan   (10-019)
Steven Cuaca                   (10-077)

Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 3 sks tahun ajaran 2010/2011, harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Medan ?

Menurut Kelompok kami penggunaan E-mail dan blog dalam mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan sangat menarik,karena jarang sekali teknologi tersebut di gunakan dalam proses belajar yang berlangsung di Universitas khususnya yang berada di kota Medan.selain itu penggunaan E-mail dan blog juga membantu kita dalam mengumpulkan tugas atau kita dapat memposting permasalahan dan kita dapat mengembangkan pembahasan yang menurut pendapat kita sendiri,jadi kita bisa belajar mengembangkan ide-ide baru di dalamnya, serta kita juga dapat menghemat biaya pendidikan seperti mengurangi biaya transportasi pengajar dan peserta didik. Awalnya memang lumayan sulit untuk memiliki E-mail dan blog kita sendiri, tapi akhirnya kita bisa mencari tahu dan menjalankannya sendiri.E-mail dan blog salah satu kecanggihan teknologi,tanpa kita harus bertatap muka dengan dosen pengajar. Kita bisa mendapatkan materi-materi tersebut dengan mengakses E-Learning dan kita tidak akan di batasi lagi oleh ruang dan waktu.


Daftar Pustaka
Munir.,(2008).Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi.Bandung: Alfabeta.

Senin, 07 Februari 2011

Teknologi & Pendidikan

Permasalahan :
Sejauh mana peranan teknologi dalam dunia pendidikan?

Pembahasan :
Di zaman dulu yang kata orang serba susah, pendidikan merupakan hal yang penting di kalangan kaum pemuda saat itu. lihat saja Bung Hatta, Bung karno dan yang lainnya. Padahal mereka hidup ditengah zaman yang masih serba sulit, tetapi mereka-mereka masih memikirkan pendidikan. Tanpa buku yang layak untuk belajar. Tanpa ada kesempatan yang luas untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang suatu topik. Kesempatan bangsa ini sangat terbatas untuk belajar. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan Belanda untuk sekolah. Itupun hanya tingkat rendah. Selebihnya jika ada beberapa pemuda zaman dulu yang belajar hingga tingkat tinggi adalah hasil dari perjuangan mereka yang sangat gigih.

Bila malam, mereka tentu tidak bisa belajar. Tahu sendirilah bagaimana PLN saja saat itu belum lahir. Belum lagi bila ada pergolakan yang terjadi. Maklum saja, zaman perang memang tidak bisa diprediksi dengan baik. Maksud hati ingin belajar, eh keadaan keamanan sedang gawat. Jadi, ya tahu sendirilah bahwa selain waktu yang sangat terbatas untuk belajar, kesempatan untuk semakin mengembangkan diri juga tidak ada. Mereka memang nyaris tidak pernah tersentuh oleh teknologi.

 Dalam dunia pendidikan kita di masa kini, teknologi membawa dampak yang sangat kuat. Nyaris semua bidang pendidikan masa kini sudah tersentuh oleh teknologi. Mulai dari yang paling sederhana sekalipun sudah tersentuh oleh teknologi. Contohnya adalah adanya sebuah web site ataupun web log yang mengusung tema pendidikan dengan segala pernak-perniknya. Semua hal yang bersifat pendidikan diulas dan dibahas habis sampai ke akarnya.

Contoh dari web site yang mengusung tema pendidikan misalnya http://www.e-smartschool.com/. Web tersebut konsisten mengusung pendidikan sebagai temanya. Dengan kemajuan teknologi dewasa ini sudah dapat dipastikan pendidikan seharusnya dapat berkembang pesat namun dibalik kemajuan teknologi dalam menyokong pendidikan baik dari tingkat tenaga pengajar sampai subjek ajaran belum mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal, contohnya masih banyak mahasiswa ataupun tenaga pengajar yang belum mampu menggunakan akses internet, misal email, blog dan sebagainya secara maksimal.

Selasa, 01 Februari 2011

Efektifitas komunikasi verbal dan non verbal dalam pengajaran.

Permasalahan :
Dalam melakukan pengajaran manakah teknik yang lebih efektif  antara komunikasi verbal dan non verbal?

Pembahasan :
Sebenarnya Komunikasi verbal disampaikan dengan bahasa verbal. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mewakili berbagai aspek realitas individu. Aspek realitas ini meliputi bahasa asal, kebiasaan, tingkat pengetahuan dan intelejensia sampai aspek budaya.Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang sehari-hari dilakukan manusia.
Namun, walaupun terbiasa berkomunikasi secara verbal, ternyata komunikasi verbal mempunyai keterbatasan. Keterbatasan itu disebabkan bahasa verbal yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi memiliki keterbatasan pula.Keterbatasan pertama adalah keterbatasan bahasa itu sendiri.
Keterbatasan bahasa ini di antaranya meliputi:
1. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.
Soal warna misalnya, telah diketahui bahwa mata kita dapat membedakan tujuh juta warna yang berbeda. Seharusnya kita memiliki tujuh juta kata untuk menyatakan setiap warna ini. Pada kenyataannya, kita hanya memiliki puluhan kata saja untuk menyatakan warna.
2. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.
Kata keras misalnya, pada minuman keras berarti minuman yang memabukkan sedangkan kata keras pada angin keras berarti kencang atau cepat.
3. Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa sangat terikat oleh konteks budaya. Contoh sederhana, kata rice dalam bahasa inggris bisa diterjemahkan menjadi tiga kata yang berlainan makna dalam bahasa indonesia, yaitu gabah, beras dan nasi.
Hal ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia lebih menghargai benda ini sehingga memiliki kosakata yang lebih lengkap.
4. Pencampuradukan antara fakta, penafsiran dan penilaian.
Hal ini sering terjadi misalnya pada media gosip. Mereka lebih banyak menyajikan penafsiran dan penilaian dibandingkan dengan menyajikan fakta apa adanya.
sedangkan Komunikasi non verbal secara sederhana bisa diartikan sebagai semua isyarat yang bukan kata-kata. Komunikasi nonverbal meliputi:
1. Bahasa tubuh. Semua anggota tubuh seperti wajah, kepala, tangan, kaki dan bahkan seluruh tubuh bisa digunakan sebagai bahasa simbolik. Mengacungkan jempol contohnya, yang berarti "oke", "bagus", atau menyatakan persetujuan.
2. SentuhanJabat tangan misalnya bisa berarti sebuah tanda bagi kesepakatan kedua belah pihak yang berkomunikasi.
3. Parabahasa. Parabahasa adalah aspek-aspek suara selain ucapan yang dapat dipahami. Contoh parabahasa misalnya, intensitas (volume) suara, intonasi, warna suara, siulan, tawa, tangis dll.
4. Penampilan fisik. Penampilan fisik bisa menjadi media penyampai pesan tak langsung. Ketika ke perayaan ulang tahun misalnya, kita akan berpakaian rapi sebagai rasa hormat kita pada pengundang.
5. Warna. Warna sering digunakan untuk menunjukkan emosi, cita rasa, keberpihakan politik bahkan keyakinan agama. Warna merah misalnya, sering digunakan sebagai simbol kemarahan dan protes.
kesimpulan : Berdasarkan uraian yang di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi verbal adalah komunikasi yang lebih efektif dalam melakukan pengajaran di kelas karena dengan adanya komunikasi verbal pesan atau materi pelajaran yang di sampaikan guru akan tersampai atau terdengar baik secara aktif maupun pasif dalam menyerap materi yang diajarkan oleh guru. Hal demikian senada dengan pendapat Santrock yaitu : Mendengar aktif berarti memberi perhatian penuh pada pembicara, memfokuskan diri pada isi intelektual dan emosional dari pesan, dan dalam hal ini posisi komunikasi non verbal adalah pelengkap dari komunikasi verbal yaitu : dilakukan untuk memback up atau menegaskan pesan verbal, sehingga pesan nonverbal efektif dalam mencapai sasaran pesan. Beberapa contoh komunikasi nonverbal dapat dilakukan dengan mengangkat alis, bersedekap untuk melinndungi diri, mengangkat bahu sebagai tanda tak peduli, menepuk dahi sebagai tanda lupa sesuatu, dan lain sebagainya. Banyak pakar komunikasi percaya bahwa sebagian besar komunikasi interpersonal dilakukan secara nonverbal. Bahkan siswa yang duduk di sudut ruangan sambil membaca buku sebenarnya mungkin sedang mengkomunikasikan keinginannya menyendiri secara nonverbal (Santrock, 2008). Ekspresi wajah, komunikasi mata, sentuhan, menghormati ruang pribadi dan melakukan diam merupakan teknik komunikasi nonverbal yang efektif dalam membangun interaksi positif antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.


Daftar Pustaka
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
http://www.anneahira.com/contoh-komunikasi.htm

Sekiranya ibu dan teman-teman dapat memberikan masukan lebih dalam mengenai topik ini.
Sekian Terima kasih.